sumberpedia – Tom Lembong kini mendapat sorotan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi impor gula. Pria dengan nama lengkap Thomas Trikasih Lembong ini pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan periode 2015 s.d 2016.
Tom Lembong ditangkap pihak berwenang atas dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi impor gula yang dikelola antara tahun 2015 dan 2016. Kejaksaan Agung menduga ia melanggar aturan pemberian izin impor gula mentah sebanyak 105.000 ton kepada PT AP milik swasta.
Langkah tersebut disebut melanggar peraturan menteri perdagangan dan perindustrian tahun 2004 yang menyatakan hanya badan usaha milik negara (BUMN) yang diizinkan mengimpor gula mentah.
Dirut Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Abdul Qohar, menjelaskan, “Kerugian negara akibat import gula yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-udangan kurang lebih bisa mencapai Rp 400 miliar.”
Lebih lanjut, pihaknya juga menjelaskan “Bahwa delapan perusahaan swasta yang mengelola gula kristal mentah menjadi gula kristal putih tersebut memiliki izin industri sebagai produsen Gula Kristal Rafinasi (GKR) yang diperuntukkan bagi industri makanan, minuman, dan farmasi”.
Saat ini, Lembong di tahan selama 20 hari kedepan di Rutan Salemba per tanggal 29 Oktober 2024.
Latar Belakang Tom Lembong
Sebelum terjun ke sektor publik, Lembong bekerja di berbagai perusahaan keuangan, termasuk di Morgan Stanley dan Farindo Investments. Kariernya yang panjang di sektor investasi membuatnya memiliki pemahaman mendalam tentang ekonomi dan investasi.
Pada Agustus 2015, ia diangkat sebagai Menteri Perdagangan dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Selama masa jabatannya, ia fokus pada upaya membuka akses pasar internasional bagi produk Indonesia. Mendorong peningkatan ekspor, meski hanya menjabat hingga pertengahan 2016.
Lembong menjadi salah satu kritikus keras pemerintahan Joko Widodo. Ia bertindak sebagai manajer kampanye Anies Baswedan selama pemilihan presiden yang lalu. Baswedan maju melawan Prabowo Subianto, menteri pertahanan yang secara luas dianggap sebagai penerus favorit Jokowi, yang secara resmi menjabat pada tanggal 20 Oktober.
Baca Juga : El Clasico!