sumberpedia – Presiden Korea Selatan Yoon Seok-yeol sedang menjadi topik hangat di seluruh dunia sejak darurat militer beberapa waktu lalu. Kondisi di Korea Selatan sampai saat ini masih mencekam setelah adanya ketegangan politik yang pecah akibat penerapan darurat milite secara mendadak.
Korea Selatan telah memiliki sejumlah presiden sejak negara tersebut didirikan pada tahun 1948. Konstitusi hanya mengizinkan satu masa jabatan lima tahun tanpa perpanjangan, untuk mencegah dominasi kekuasaan dan menjaga demokrasi.
Awal Kemerdekaan (1948–1960): Era Syngman Rhee
Presiden pertama: Syngman Rhee (1948–1960)
- Syngman Rhee adalah presiden pertama setelah Korea Selatan didirikan pada tahun 1948, menyusul pembagian Semenanjung Korea pasca-Perang Dunia II.
- Pemerintahannya bercirikan otoritarianisme, termasuk upaya memperpanjang masa jabatan melalui perubahan konstitusi.
- Mundur pada 1960 setelah Revolusi April, yang dipicu oleh kekecewaan masyarakat terhadap korupsi dan pelanggaran HAM.
Masa Transisi dan Kudeta (1960–1963)
Presiden kedua: Yun Posun (1960–1962)
- Memimpin di bawah sistem parlementer, tetapi memiliki kekuasaan terbatas.
- Digulingkan oleh kudeta militer yang dipimpin oleh Jenderal Park Chung-hee pada 1961.
Otoritarianisme dan Industrialisasi (1963–1979): Era Park Chung-hee
Presiden ketiga: Park Chung-hee (1963–1979)
- Memimpin melalui kekuasaan militer, ia membawa pertumbuhan ekonomi pesat dengan kebijakan industrialisasi.
- Namun, pemerintahannya sangat represif, dengan pembatasan kebebasan politik.
- Dibunuh pada 1979 oleh kepala Badan Intelijen Korea, Kim Jae-gyu.
Ketidakstabilan dan Kudeta Kedua (1979–1988)
Presiden keempat: Choi Kyu-hah (1979–1980)
- Memimpin sementara setelah kematian Park, tetapi digulingkan oleh kudeta Jenderal Chun Doo-hwan.
Presiden kelima: Chun Doo-hwan (1980–1988)
- Menguasai Korea Selatan dengan tangan besi. Protes Gwangju 1980 menandai awal perlawanannya.
- Memerintah hingga tuntutan demokratisasi meningkat pada 1987, menyerahkan kekuasaan kepada Roh Tae-woo.
Demokratisasi (1988–sekarang)
Era Pascakudeta
- Presiden keenam: Roh Tae-woo (1988–1993)
- Presiden pertama yang terpilih melalui pemilu yang lebih demokratis setelah protes besar-besaran 1987.
- Memulai hubungan diplomatik dengan negara-negara komunis seperti Uni Soviet dan Cina.
Reformasi Ekonomi dan Krisis
- Presiden ketujuh: Kim Young-sam (1993–1998)
- Presiden sipil pertama setelah dekade pemerintahan militer.
- Menghadapi krisis keuangan Asia pada akhir masa jabatannya.
- Presiden kedelapan: Kim Dae-jung (1998–2003)
- Menginisiasi Sunshine Policy untuk rekonsiliasi dengan Korea Utara.
- Memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada 2000.
Modernisasi dan Tantangan Baru
- Presiden kesembilan: Roh Moo-hyun (2003–2008)
- Fokus pada reformasi sosial dan hubungan Korea Utara, tetapi menghadapi skandal.
- Presiden kesepuluh: Lee Myung-bak (2008–2013)
- Berfokus pada ekonomi, tetapi menghadapi tuduhan korupsi setelah masa jabatan.
- Presiden kesebelas: Park Geun-hye (2013–2017)
- Presiden perempuan pertama, tetapi dimakzulkan karena skandal korupsi.
Era Kontemporer
- Presiden keduabelas: Moon Jae-in (2017–2022)
- Berusaha memperbaiki hubungan dengan Korea Utara dan memperkuat demokrasi.
- Presiden ketigabelas: Yoon Suk-yeol (2022–sekarang)
- Fokus pada kebijakan ekonomi dan keamanan nasional.
Baca Juga : Constantine – Keanu Reeves