sumberpedia – Konflik Korea Utara dan Korea Selatan kini kembali memanas. Korea Utara menuduh Korea Selatan menggunakan pesawat tak berawak untuk menjatuhkan selebaran propaganda di atas Pyongyang tiga kali dalam sebulan terakhir dan mengancam akan melakukan tindakan balasan jika hal itu terjadi lagi.
Seoul menolak untuk mengonfirmasi apakah tuduhan itu berdasar pada fakta. Sebaliknya memperingatkan bahwa Korea Utara akan menghadapi akhir rezimnya jika keselamatan warga Korea Selatan terancam.
Korea Utara mengatakan aktivitas balonnya merupakan balasan terhadap tindakan aktivis Korea Selatan yang meluncurkan selebaran anti-Kim ke Pyongyang dengan menempelkan balon milik mereka sendiri.
Korea Utara telah meledakkan sebagian jalan raya dan jalur kereta api yang menghubungkannya dengan Korea Selatan dan melabeli tetangganya sebagai “negara yang bermusuhan”
Konflik Korea Utara dan Korea Selatan berlangsung sejak akhir bulan mei. Korea Utara telah mengirimkan ribuan balon yang sering membawa sampah ke berbagai wilayah Korea Selatan. Dengan alasan sebagai balasan atas selebaran propaganda yang dikirim oleh aktivis Korea Selatan yang mengkritik kepemimpinan Korea Utara, sementara Pyongyang menuduh Seoul terlibat.
Badan keamanan presiden Korea Selatan belum mengonfirmasi laporan tersebut secara spesifik. Namun Kepala Staf Gabungan Korea Selatan telah mendesak Korea Utara untuk berhenti menyebarkan “selebaran kasar” yang memfitnah presiden. Mereka juga telah memperingatkan bahwa Pyongyang akan bertanggung jawab sepenuhnya atas segala konsekuensinya.
Dinas Keamanan Presiden mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sampah yang dijatuhkan dari balon Korea Utara ditemukan di sekitar kantor presiden. Tetapi tidak menimbulkan risiko keamanan atau kontaminasi.
Balon Korea Utara telah menyebabkan beberapa kerusakan properti saat mendarat di Selatan. Termasuk menimbulkan kebakaran kecil dari pemicu yang melepaskan sampah. Tapi sebaliknya diambil oleh pihak berwenang tanpa insiden.
Baca Juga : Best Rekomendasi Serial Horor