sumberpedia – Israel Bombardir Lebanon pada hari senin (23/09) menyebabkan sedikitnya 492 orang tewas, termasuk 35 anak-anak. Militer Israel memperluas operasinya di Lebanon dengan ratusan serangan udara pada hari Senin.
Karena konflik perbatasan yang telah lama terjadi dengan Hizbullah mengancam akan meledak menjadi perang yang lebih besar.
Puluhan pesawat tempur Israel menyerang lebih dari 1.300 sasaran di Lebanon selatan pada Senin pagi, menurut Pasukan Pertahanan Israel.
Ribuan keluarga juga telah meninggalkan rumah mereka saat militer Israel mengatakan mereka menyerang 1.600 target Hizbullah dalam operasi untuk menghancurkan infrastruktur yang dibangun kelompok bersenjata itu sejak perang tahun 2006.
Nasser Yassin, menteri Lebanon yang mengoordinasikan respons krisis, mengatakan kepada bahwa 89 tempat penampungan sementara didirikan di sekolah dan fasilitas lainnya.
Ia mengatakan tempat penampungan tersebut dapat menampung lebih dari 26.000 orang yang melarikan diri dari “kekejaman Israel”.
Diketahui pertempuran antara IDF dan Hizbullah telah berlangsung terus-menerus sejak 8 Oktober.
Ketika kelompok militan yang didukung Iran itu mulai menyerang Israel sebagai protes atas invasi Israel ke Jalur Gaza yang menargetkan Hamas.
Hizbullah telah mengatakan akan melanjutkan serangannya sampai pasukan Israel menarik diri dari wilayah Palestina.
Israel mem-bombardir Lebanon adalah kampanye militer terbesar yang dilancarkan Israel ke Lebanon dalam satu generasi.
Tujuan yang dinyatakan Netanyahu adalah bahwa ia ingin mengembalikan warga Israel ke rumah mereka di Israel utara.
Namun, Hizbullah telah menunjukkan bahwa mereka tetap mampu melancarkan serangan lebih dalam ke Israel meskipun menderita beberapa kerugian terbesar. Hizbullah telah mendorong kabinet untuk menyetujui “situasi khusus” di seluruh negeri dan itu akan mencakup jam malam dan evakuasi paksa.
Maskapai penerbangan nasional Qatar mengatakan pihaknya telah “menangguhkan sementara penerbangan ke dan dari Bandara Internasional Beirut Rafic Hariri” hingga Rabu.
Lufthansa dari Jerman, Air France dan Delta Air Lines dari Amerika Serikat juga telah menangguhkan penerbangan beberapa hari terakhir.
Baca Juga : Horor Thailand