sumberpedia – Alice Guo mantan wali kota Bamban, Tarlac, Filipina yang menjadi buron karena berbagai tuduhan, telah ditangkap oleh pihak berwenang imigrasi di Indonesia.
Ia akhirnya ditangkap pada pukul 23:58 pada tanggal (03/09) di Tangerang setelah melarikan diri selama lebih dari sebulan.
Hal ini awalnya dikonfirmasi oleh Komisi Anti-Kejahatan Terorganisasi Kepresidenan (PAOCC) pada Rabu pagi, dan telah dikonfirmasi Departemen Kehakiman (DOJ).
“Saat ini Ibu Guo ditahan di Jatanras Mabes Polri oleh Kepolisian Republik Indonesia,” kata Asisten Sekretaris Kehakiman Mico Clavano.
Ia diduga berada di balik kegiatan kriminal perusahaan POGO Lucky South 99. Alice Guo menjadi sorotan setelah penyelidik menggerebek kompleks kasino online yang luas di kota itu pada bulan Maret.
Dia dan rekan-rekannya dituduh melakukan perdagangan manusia, penipuan pajak, dan pencucian uang hasil kejahatan dengan total 100 juta peso.
Baca Juga : World War Z
Aset Alice Guo yang direbek
- Penyidik PAOCC menemukan hampir 1.000 pekerja, termasuk korban perdaganganÂ
manusia - Bukti penipuan keuangan dan pencucian uang
- Berbagai anggur mahal
- Mobil mewah
Para penyelidik juga menemukan ruang panik dan tiga terowongan bawah tanah – rute pelarian bagi mereka yang ingin menghindari pihak berwenang.
Terowongan itu mengarah ke sebidang tanah kosong milik Guo. Penyidik ​​menemukan tagihan listrik atas nama Guo, sementara mobil yang diparkir di sana terdaftar sebagai miliknya
Guo memiliki 50% saham Baofu, kompleks tempat operasi kriminal itu berlangsung, meskipun ia mengatakan telah menjualnya sebelum menjadi wali kota. Ia juga mengatakan telah menjual kendaraan yang ditemukan di lokasi tersebut selama penggerebekan.
Sebelumnya pemerintah telah mencopot jabatan wali kota Guo pada 13 Agustus dan membekukan rekeningnya yang bernilai miliaran peso.
Juru bicara PAOCC Winston Casio menambahkan bahwa Komisaris Imigrasi Norman Tansingco sedang berkoordinasi dengan pihak berwenang Indonesia agar Guo segera dipulangkan ke Filipina.
Direktur Biro Investigasi Nasional Filipina Jaime Santiago berharap dapat membawa Guo kembali ke Manila paling cepat pada tanggal 5 September.